Catatan harian..
Kemarin siang di kantor saya sedang ngobrol santai dengan beberapa pegawai, mula-mula bicara santai ngalor ngidul, tanpa terasa pembicaraan menjadi serius. Hal pembicaraan sangat sepele sebenarnya yang ssedang hangat di bicarakan dikalangan anak-anak muda sekarang. By the By, usia para pegawai ini sekitar 15s/d20 tahun dibawah saya.
Mereka nampak semakin serius membicarakan idolanya masing-masing dan lama kelamaan saling menjelekkan idola lawannya. Saya masih senyum-senyum sampai sekita 15 menitan, lalu saya merasa ini sudah cukup, kalau dibiarkan bisa jadi serius nanti dan bisa mempengaruhi kinerja mereka di kantor.. lalu saya potong pembicaraan mereka dengan maksud mengalihkan topik pembicaraan. Tetapi nampaknya mereka masih "panas" mungkin karena idolanya dijelek-jelekkan sehingga usaha saya mengalihkan pembicaraan tidak berhasil.
OK, karna tidak berhasil mengalihkan topik pembicaraan akhirnya saya putuskan untuk membahasnya sekalian. Saya lontarkan pertanyaan kepada mereka semua seperti ini:
1. saya tanyakan kenapa mereka menyenangi idolanya dan kenapa tidak menyenangi idola lainnya.
2. saya tanyakan apa ada yang mengenal dekat atau mungkin anggota keluarga atau kerabat dari idolanya?
3. saya tanyakan darimana mereka mendengar berita mengenai dari masing-masing idolanya.
4. saya tanyakan apa ada dari mereka yang dirugikan secara langsung ataupun tidak langsung dari tiap-tiap idolanya?
5. saya tanyakan kalau ada yang dirugikan kenapa dan bagaimana? apa sudah lihat diri sendiri dahulu baru lihat keluar? kalau sudah, apa sudah ada tindakan preventifnya selain mencaci atau menyalahkan orang lain?
6. saya tanyakan apa ada dari mereka yang lebih mulia atau lebih baik atau lebih sedikit dosanya sampai bisa "menghakimi" atau "menilai" atau menjelek-jelekan orang lain?
7. saya tanyakan apa pernah dengar ajaran mengenai "satu nusa satu bangsa" waktu di sekolah?
8. saya tanyakan apa ada yang menyadari siapa yang dirugikan dan siapa yang mengambil keuntungan dari semua perbedaan pendapat ini?
9. saya tanyakan apa idolanya masing-masing "peduli" kalau kalian pada ribut-ribut?
10. saya tanyakan juga apa ada yang menyadari akibat baik dan buruk dari perbedaan pendapat ini?
Karna jam makan siang sudah hampir habis, saya batasi pertanyaan sampai 10 saja lalu merekapun dengan segera dan berapi-api "menumpahkan" uneg-unegnya masing-masing yang beraneka ragam layaknya anak muda (walaupun ada juga diantara mereka yang sudah berusia, mendekati 40th). Rata-rata mereka menjawab point#1 dari semua pertanyaan saya. Cukup lama mereka menjawab diseputar pertanyaan nomor#1 tapi tidak ada yang yang menjawab pertanyaan saya selebihnya.
Lalu saya berpikir, baru point#1 sudah habis setengah jam (yang mana nggak karu-karuan jawab dari masing-masing), 9 pertanyaan berikutnya bisa sampai malam kalau dibahas nih. Akhirnya saya putuskan agar mereka kembali bekerja karna waktu makan siang sudah habis, dan saya pesan agar coba pikirkan diwaktu senggang kesembilan pertanyaan yang belum dibahas, senin nanti kita bahas lagi waktu makan siang.
Senin nanti saya ingin sekali melanjutkan pembicaraan ini dengan mereka jika sempat..
K.A.
sorry, boleh baca tapi nggak boleh komentar, ini buku harian pribadi saya.!
/////////////////////////////